Category Archives: PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Program Pengajaran Sekolah Dasar Berdasarkan Acuan Kurikulum 1984

Program Pengajaran Sekolah Dasar Berdasarkan Acuan Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 ini bukan lagi kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan bel;ajar sisiwa, tetapi lebih banyak didorong oleh pelbagai kepentingan yang berada di luar lingkup pendidikan dasar (Nababan, 1993 : 9). Pelbagai kepentingan telah masuk dan mempengaruhi muatan kurikulum sehingga kurikulum benar-benar melelahkan siswa. Akibatnya muncul reaksi psikis menolak. Siswa jadi acuh tak acuh terhadap pelajaran.
Pekerjaan rumah dikerjakan sambil lalu dan kesungguhan belajar menjadi mundur. Hal ini muncul sebagai reaksi psikis atas tekanan belajar dan berdisiplin yang di luar batas kewajaran bagi siswa yang berusia semuda itu.
Memikul tugas belajar dari demikian banyak buku dan ragam pelajaran dengan sendirinya menimbulkan reaksi jenuh (Surahmad, 1988: 57). Nilai bisa saja tinggi, tetapi fakta hasil belajar semakin rendah. Lebih-lebih ketika jenis tes objektif pilihan ganda merajalela, proses bernalar seolah-olah berhenti. Hendro memberikan ulasan yang keras sekali terhadap jenis tes objektif ini yang menurut beliau adalah bahwa jenis tes ini menipu semua pihak (Kraf, 1987: 55).

Advertisements

1 Comment

Filed under PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Program Pengajaran di Sekolah Rakyat

Program Pengajaran di Sekolah Rakyat
Di jaman penjajahan Belanda, di jaman pendudukan Jepang, program pengajaran di Sekolah Rakyat memang benar-benar program pengajaran dasar untuk rakyat. Program Sekolah Rakyat meliputi : menyanyi, menggambar, budi pekerti, berhitung, membaca, menulis, dan bersenam/bermain-main, menyanyi, menggambar, dan bermain-main adalah pelajaran yang memberi rasa senang dan gembira kepada anak-didik. Di sekolah mereka memperoleh kegembiraan dan semangat yang tidak diperolehnya di rumah (Winarno, 1972: 55).
Menyanyi, menggambar, dan bermain-main dilakukan secara metodik-didaktik dasar yang memang memberi manfaat bagi si anak. Dengan cara-cara yang diajarkan di sekolah, setiap anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya sendiri-sendiri sesuai dengan lingkungan hidupnya.
Hanya membaca, menulis, dan berhitung yang harus dikerjakan dengan serius dan memerlukan disiplin yang tinggi. Sebagai hasilnya, siswa kelas dua Sekolah Rakyat sudah bisa diminta bantuan oleh ibunya yang buta huruf untuk menuliskan sebuah surat yang sederhana dan dapat menunggu warung dagangan dengan kemampuan yang baik.

Leave a comment

Filed under PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

PENDIDIKAN DASAR TINGKAT SEKOLAH DASAR

Pendidikan Dasar pada tingkat Sekolah Dasar

Psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan dengan jelas membeberkan kedudukan pendidikan dasar dalam perkembangan dan pembentukan kepribadian anak yang menjalani pendidikan persekolahan tingkat dasar. Pendidikan persekolahan tingkat dasar inilah yang meletakkan dasar perilaku bersekolah selanjutnya (Ki Sarino M, 1982 : 75). Anak didik yang belum mempunyai kesadaran yang mantap tentang kewajiban-kewajiban serta tugas-tugas persekolahan, bisa mengalami kegoncangan mental, ketika menemui pengalaman belajar-mengajar di sekolah yang membuatnya terperangah (Iman Sudiyat, 1982 : 33).
Sejarah pendidikan dasar di Indonesia menunjukkan bahwa bukan baru di tahun sembilan puluhan ini, bahasa asing di ajarkan. Sebelum Perang Dunia II di jaman penjajahan Belanda, di sekolah-sekolah HIS yang sederajat dengan SD, mulai kelas-3 diajarkan bahasa Belanda secara intensif (Sadtono, 1988 : 27). Dan setiap siswa merasa sangat bangga ketika mulai berkenalan dengan bahasa Belanda. Baru seminggu dia belajar bahasa Belanda, si anak sudah bisa mengucapkan sepatah dua patah kata dan atau frasa dalam bahasa Belanda. Ketika di rumah, si anak dengan ucapan yang belum sempurna, namun sudah berani mendemonstrasikan di hadapan ayah-ibunya bahasa yang baru saja dipelajarinya di sekolah. Di malam hari ketika belajar, anak ini membaca buku pelajaran bahasa Belanda yang diberikan sekolah kepadanya dengan suara yang keras, agar orang lain bisa mendengarnya (Lambut, 1988 ; 19).
Di Jaman pendudukan Jepang, sejak kelas 2 Sekolah Rakyat, siswa harus belajar bahasa Jepang melalui aksara Katakana dan Hirakana. Baru di kelas 4 diajarkan aksara Kanji. Secara jujur harus pula dikatakan bahwa siswa Sekolah Rakyat yang belajar bahasa Jepang itu, dapat berbahasa Jepang dengan baik (Lambut 1988 : 36). Semua itu menunjukkan bahwa pelajaran bahasa asing di masa lalu, tidak menimbulkan masalah yang buruk bagi pembelajaran bahasa dan ilmu yang diperuntukkan bagi pendidikan dasar itu.

Leave a comment

Filed under PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR